Posted by Fahrizal | 0 comments

Tips dan Trik ketika umroh di mekah bersama wina tour

 

AGAR BELANJA MEMUASKAN

Berbelanja merupakan aktifitas utama kedua bagi jamaah umrah tanah suci. Belanja untuk kebutuhan
sendiri maupun untuk oleh oleh atau buah tangan bagi sanak famili dan kerabat di Tanah Air.
Cukup banyak pusat-pusat perbelanjaan yang tersedia di Makkah, Madinah maupun Jeddah. Selain toko-toko yang
buka terus sepanjang tahun. Tidak sedikit pula pedagang kaki lima dadakan yang mencoba meraih untung
dari kedatangan jamaah umroh.
Ada beberapa hal, yang bisa diperhatikan oleh Jamaah sebelum berbelanja berdasarkan pengalaman jamaah,
petugas dan beberapa laman.

BUATLAH PERENCANAAN BELANJA ANDA

Buatlah perencanaan belanja yaitu daftar barang yang diperlukan dan dibutuhkan. Hal ini agar tidak berlebihan dalam belanja dan bisa
disesuaikan dengan keuangan yang ada.
Jika ada barang-barang yang bisa dibeli di Tanah Air dan mungkin harganya lebih murah maka jamaah tidak perlu memaksakan diri, apalagi
kini sudah banyak toko oleh-oleh bernuansa tanah suci di Indonesia.
Banyak-baranglebih murah ( di Indonesia ), Kacang arab dan perlatan minum warna emas lebih murah di Surabaya,
Tanah Abang Jakarta atau Pasar Burung Makassar.

ATUR WAKTU TEPAT UNTUK TAWAF MALL

Jangan sampai kegiatan belanja–atau populer dengan candaan sebagai tawaf mall–justru mengganggu waktu ibadah. Untuk itu utamakan dulu
melakukan ibadah.
Ingat sesungguhnya tujuan utama anda berkunjung ke Tanah Suci yaitu untuk memanfaatkan waktu yang anda miliki untuk giat beribadah demi
ridho dari Allah SWT.

WAKTU YANG BISA DIPILIH :

– Usai ibadah dari masjidil Haram atau Masjid Nabawi
– Saat berziarah atau mengunjungi tempat bersejarah
– Setelah menuntaskan seluruh rukun umroh
– Saat transit di Jeddah menjelang kepulangan

JANGAN MALU DITERIAKI BAHIL OLEH PENJUAL

Sebelum membeli hendaknya melakukan survei beberapa toko untuk membandingkan harga, namun umunya untuk
barang-barang yang umum dibeli, harga tidak terlalu berbeda jauh.
Setelah ada barang yang diinginkan tidak ada salahnya menawar harga, apalagi jika ingin membeli barang dalam jumlah banyak karena biasanya diberikan
harga khusus.
Untuk Menawar barang tidak perlu khawatir karena sebagian besar penual atau penjaga toko di Tanah Suci mengerti bahasa Indonesia, bahkan tidak sedikit
penjaganya adalah warga Indonesia.
Namun, jika terlalu “kejam” menawar jangan heran jika pedagang mengatakan “Bahil..bahil..” atau “Pelit..pelit”.

LEBIH MURAH DI PUSAT PERBELANJAAN

Untuk memperoleh harga yang murah, tentu harus diketahui pusat-pusat perbelanjaan yang ada. Namun demikian, Jika Malas pergi Jauh, hampir di setiap
penginapan jamaah banyak terdapat penjual oleh-oleh haji dadakan yang harganya juga hampir sama dengan di pusat-pusat perbelanjaan.
Tapi di pusat perbelanjaan, variasinya lebih banyak :
– Di Makkah ada Pasar Zakfariah
– Di Jeddah ada Pasar Balad dan Bab Makkah
– Di Madinah ada Pasar Kurmadan pusat pertokoan di sejumlah basement hotel.

SIAPKAN UANG RIYAL

Tentu saja untuk berbelanja lebih nyaman jika menggunakan uang setempat. Selain bisa membawa dari Tanah Air maka jamaah juga bisa memiliki riyal
dengan cara :
1. Menukar uang rupiah maupun dolar menjadi riyal di “money changer” yang banyak tersedia di pusat perbelanjaan. Tentunya harganya bisa lebih mahal
dibanding di Tanah Air apalagi saat musim haji. Hal ini mungkin juga karena saat musim haji, permintaan terhadap riyal semkain tinggi.
2. Mengambil uang dari ATM bank setempat menggunakan kartu debet bank-bank Indonesia. Kartu debet dan kartu kredit bank Indonesia tentu saja bisa juga
digunakan di toko-toko yang sudah memasang alat untuk menerimanya. Hati-hati, lebih baik ditanya dulu apakah dikenakan biaya tambahan atau tidak.
Bahkan banyak toko yang juga mau menerima uang rupiah.
—————————————————————————————————————–
Assalamualaikum, Winatour Ada Promo Baru nih Promo Umroh MILAD Tour 10 Hari

Cuma $1575

Jadwal keberangkatan 5 Maret 2016
Buruan Pesan, Tempat Terbatas!!
Kontak Kami di :
Mobile : 087887161062 / 081808815712
Phone : 021 53 666 368 – 021 53 666 369
Fax : 021 53 666 370
Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

TIPS MENGUNJUNGI WISATA RELIJI

TIPS MENGUNJUNGI WISATA RELIJI


Berwisata religi ke tempat suci termasuk salah satu kegiatan menyenangkan saat travelling. Selain memberikan pengalaman jalan – jalan yang berkesan, berwisata ke tempat ibadah kerap membekaskan kesan spiritual tersendiri. Tak jarang, beberapa travelers mengalami perubahan setelah melakukan wisata ini. Umumnya, mereka merasa lebih dekat dengan penciptanya, dan ada pula yang rasa toleransi beragamanya semakin besar karena mengetahui lebih banyak tentang ibadah pemeluk agama lain.
Nah, karena wisata yang satu ini tergolong spesial, tentu kamu tak bisa seenaknya saja saat seperti jalan-jalan ke tempat wisata lainnya, ada sejumlah peraturan khusus yang wajib kamu taati saat wisata ke tempat suci ini.
Berikut beberapa tips saat kamu mengunjungi tempat wisata religi. Yuk, simak!
1.    Berpakaian sopan
Buat kamu yang sudah sering berwisata religi, pasti tahu peraturan yang satu ini. Yup, wisata religi memang identik dengan rumah ibadah agama tertentu, sehingga berpakaian sopan adalah salah satu peraturan yang wajib ditaati oleh para pengunjungnya. Di sejumlah kuil-kuil bersejarah di Thailand misalnya, para pengunjung diwajibkan memakai pakaian serba panjang, bahkan di Wat Pho kamu harus melepas alas kaki saat melihat patung Budha tidur. Di Borobudur, setiap wisatawan juga disarankan untuk memakai kain batik yang telah disediakan oleh pengelola tempat wisata, sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya setempat.

2.            Cari informasi
Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai destinasi wisata yang bakal kamu kunjungi, apalagi jika erat kaitannya dengan tempat ibadah. Kamu bisa mencari info mengenai wisata religi dari berbagai sumber seperti internet, buku atau tempat dan kerabat yang pernah mengunjungi tempat tersebut. Gak ada salahnya juga kamu bertanya-tanya kepada petugas di lokasi mengenai batasan-batasan terhadap turis yang berkunjung, apa saja pantangan yang harus ditaati, misalnya.
3.            Hormati jemaat yang sedang beribadah
Seringkali, salah satu hal yang menjadi daya tarik wisata adalah para pelaku ibadah/jamaah yang sedang menjalankan ritual ataupun prosesi tertentu. Masih ingat tentang kontroversi perayaan Waisak di Candi Borobudur pada 2013 silam? Hal itu disebabkan oleh banyaknya turis/wisatawan yang memaksa mengambil foto para biksu dari jarak sedekat mungkin. Padahal, seharusnya para biksu tersebut sedang khusyuk berdoa. Hal – hal seperti ini tentu mengganggu mereka yang sedang beribadah dan sebaiknya dihindari. Silakan menikmati momennya, namun jangan sampai cara kamu menikmati itu, mengganggu prosesi yang sedang berlangsung.
4.            Menjaga kebersihan
Menjaga kebersihan sudah sejak lama menjadi masalah serius bagi wisatawan. Di Indonesia, kayaknya sudah menjadi rahasia umum soal minimnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Nah, sebagai traveller terutama jika mengunjungi tempat ibadah, hal yang satu ini wajib banget kamu ikuti. Dengan menjaga kebersihan berarti kamu juga udah membantu menjaga kesucian tempat ibadah tersebut.
Kamu gak mau kan melihat tempat ibadah rusak pemandangannya gara-gara pengunjungnya yang tak menjaga kebersihan?
5.            Menambah pengetahuan
Esensi travelling tidak hanya untuk bersenang-senang dan melepas penat, pun jika tujuan wisata kamu adalah ke tempat ibadah. Jangan sampai kamu mengunjungi tempat ibadah hanya sekadar memenuhi keinginan berfoto karena tempat tersebut memiliki arsitektur yang mengagumkan. Manfaatkanlah kesempatan kamu berwisata religi untuk menambah pengetahuan mengenai tempat yang kunjungi, seperti sejarah pembuatan tempat ibadah tersebut. Jadi, kamu gak hanya dapat kesenangan tapi pengetahuan kamu juga ikut bertambah.
 Sumber : travel(dot)detik(dot)com




Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

Tata Cara Pelaksanaan Umrah


Pertama:
Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.
Kedua:
Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.
Ketiga:
Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).
Keempat:
Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan,
اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).
Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji–, jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya, maka dia diperbolehkan bertahallalul dan tidak wajib membayar dam(menyembelih seekor kambing).
Kelima:
Tidak ada alat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat.
Keenam:
Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga), dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini, sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”. (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).
Ketujuh:
Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah.
Kedelapan:
Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).[1]
Kesembilan:
Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.
Kesepuluh:
Kemudian, memulai thawaf umrah 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.
Kesebelas:
Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.
Keduabelas:
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)
Ketigabelas:
Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada no. 12. Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.
Keempatbelas:
Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca,
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).
Kelimabelas:
Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2], pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.[3]
Keenambelas:
Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannya.
Ketujuhbelas:
Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

SA’I UMRAH
Kedelapanbelas:
Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).
Lalu mengucapan,
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Nabda-u bimaa bada-allah bih”.
Kesembilanbelas:
Menaiki bukit Shafa, lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan—, kemudian membaca:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ  (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”[4]
Keduapuluh:
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
Keduapuluhsatu:
Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.
Keduapuluhdua:
Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
Keduapuluhtiga:
Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no. 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.
Keduapuluhempat:
Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.
Keduapuluhlima:
Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.
Keduapuluhenam:
Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
Keduapuluhtujuh:
Jika membaca do’a ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.
Keduapuluhdelapan:
Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
Keduapuluhsembilan:
Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Demikianlah ringkasan amalan umrah yang merupakan faedah dari Buku “Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah”, penulis Abu Abdillah, terbitan Darul Falah.

Preparing one day before umroh, 4 Dzulqo’dah 1431 H, in King Saud University, Riyadh, KSA
Muhammad Abduh Tuasikal

[1] Do’a masuk masjid dan keluar masjid sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’id:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah, ‘Allahummaftahlii abwaaba rohmatik’ (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu). Jika keluar dari masjid, ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu).” (HR. Muslim no. 713)
[2] Yang dimaksud Maqam Ibrahim, yaitu tempat berdiri Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika membangun Ka’bah, bukan kuburan beliau. Shalat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisinya memungkinkan. Adapun jika tidak memungkinkan karena dipadati oleh orang-orang yan thawaf atau yang mengerjakan shalat, maka boleh shalat di tempat mana pun di dalam Masjidil Haram.
[3] Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan,
فجعل المقام بينه وبين البيت [ فصلى ركعتين : هق حم ] فكان يقرأ في الركعتين : ( قل هو الله أحد ) و ( قل يا أيها الكافرون ) ( وفي رواية : ( قل يا أيها الكافرون ) و ( قل هو الله أحد
Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)
[4] HR. Muslim no. 1218.
Read more...
Posted by Fahrizal | 0 comments

umroh berkelas ke mekah dengan hotel bintang 5

KEBERANGKATAN DES 2015 s/d APRIL 2016


GRATIS VOUCHER UMROH SENILAI Rp1.000.000 TANPA DIUNDI 

Hanya untuk 30 Orang pertama !!!

                                                                                                                      HARGA :

Quad (Sekamar Ber 4) : $ 2.230

Triple (Sekamar Ber 3) : $ 2.300

Double (Sekamar Ber 2) : $ 2.375

HOTEL :

MAKKAH : GRABD ZAMZAM (PULLMAN HOTEL), AL SOFWAH TOWER *****/ setaraf
MADINAH :  DYAR INTERNATIONAL, AL HARAM HOTEL *****/ setaraf
JEDDAH : City tour

PESAWAT : Emirates /Saudi Arabia / Garuda Indonesia

PROGRAM PERJALANAN

Hari 01 Jakarta – Jeddah – Madinah 
Berkumpul di Bandara Soekarno Hatta. Kemudian berangkat dari Jakarta menuju Jeddah. Setibanya di Jeddah,langsung menuju Madinah dengan menggunakan Bus check in Hotel & beristirahat. (boleh langsung menuju Masjid Nabawi)

Hari 02 Madinah 
Pagi harinya sholat tahajud dan Subuh berjamaah di Masjid Nabawi pada jam 04.00 (Waktu Saudi). Setelahnya kembali ke hotell untuk sarapan akan disediakan di hotel. Hari ini peserta diajak menuju ke MASJID NABAWI, MAQAM ROSUL SAW, KUBURAN BAQI’, dan ROUDHOH. Selanjutnya dapat digunakan untuk memperbanyak Ibadah di dalam Masjid Nabawi. Pada jam 12.30, menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Setelahnya kembali ke hotel untuk makan siang. Anda dapat memanfaatkan waktu setelah makan siang dengan kembali ke Masjid Nabawi untuk memperbanyak Ibadah atau sekedar beristirahat di Hotel. Pada jam 15.30, sholat Ashar di Masjid Nabawi. Kemudian kembali ke Hotel untuk mandi & persiapan sholat Maghrib. Sholat Maghrib & Isya dilaksanakan berjamaah di Masjid Nabawi. Setelahnya kembali ke Hotel untuk makan malam & beristirahat. (Acara tausiyah oleh Ustad pendamping atau Muthowif)

Hari 03 Ziarah Madinah
Pagi harinya melaksanakan tahajud dan sholat subuh berjamaah di Masjid Nabawi pada jam 04.00 (Waktu Saudi). Setelahnya kembali ke Hotel untuk bersih-bersih. Sarapan akan disediakan di hotel. Setelah mandi & bersih-bersih, pada jam 08.30 (Waktu Saudi) peserta akan memulai Ziarah Madinah dengan mengunjungi :JABAL UHUD,MASJID QUBA, MASJID QIBLATAIN, KEBUN KURMA, JABAL MAGNET – PERCETAKAN ALQUR’AN – PETERNAKAN ONTA (TENTATIVE) Setelahnya kembali ke hotel untuk bersiap Sholat Zuhur berjamaah di Masjid NAbawi dilanjutkan dengan Makan siang di hotel lalu dilanjutkan dengan Solat Ashar di Masjid Nabawi. Kemudian kembali ke Hotel untuk mandi & persiapan sholat Maghrib. Sholat Maghrib & Isya dilaksanakan berjamaah di Masjid Nabawi. Setelahnya kembali ke Hotel untuk makan malam & beristirahat. (Setelah Sholat Ashar diisi dengan Ceramah oleh Ustad pendamping)

Hari 04 Madinah – Makkah
Pagi hari Sholat Tahajud diikuti dengan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi
pada jam 04.00 (Waktu Saudi). Setelahnya kembali ke Hotel. Sarapan akan disediakan di hotel. Hari ini dapat digunakan untuk memperbanyak Ibadah di Masjid Nabawi. Pada jam 12.30, menuju Masjid Nabawi untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi. Setelah makan siang di Hotel, berkumpul di Lobby Hotel untuk persiapan menuju Makkah (Pada saat ini, anda diharapkan sudah berpakaian Ihrom dan bersiap untuk mengambil Miqot). Kemudian mengambil Miqot & Niat Umroh di Masjid Bir Ali. Setelahnya melanjutkan lagi perjalanan menuju Mekkah. Setibanya di Mekkah, langsung diantar ke Hotel untuk check in & makan malam. Kemudian pada waktu yang telah ditentukan berkumpul kembali di Lobby Hotel untuk persiapan Ibadah Umroh pertama (Thawaf, Sa’I, Tahalul). Setelah melaksanakan Ibadah Umroh kembali ke hotel untuk istirahat.

Hari 05 Makkah 
Pagi harinya sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram pada jam 04.00 (Waktu Saudi). Setelahnya kembali ke Hotel. Sarapan akan disediakan di hotel. Hari ini dapat digunakan untuk memperbanyak Ibadah di Masjidil Haram. Pada jam 12.30, menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Setelahnya kembali ke hotel untuk makan siang. Anda dapat memanfaatkan waktu setelah makan siang dengan kembali ke Masjidil Haram untuk memperbanyak Ibadah atau sekedar beristirahat di Hotel. Pada jam 15.30, sholat Ashar di Masjidil Haram. Kemudian kembali ke Hotel untuk mandi & persiapan sholat Maghrib. Sholat Maghrib & Isya dilaksanakan berjamaah di Masjidil Haram. Setelahnya kembali ke Hotel untuk makan malam & beristirahat.

Hari 06 Ziarah Makkah 
Pagi harinya sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram jam 04.00 (Waktu Saudi). Setelahnya kembali ke Hotel untuk bersih-bersih. Sarapan akan disediakan di hotel. Setelah mandi & bersih-bersih, pada jam 08.30 (Waktu Saudi) anda akan memulai Ziarah Makkah dengan mengunjungi : Jabal Tsur, Muzdalifah, Mina, Arafah (Jabal Rahmah), Jabal Nur & Ji’ronah. Bagi yang ingin melaksanakan umroh yang kedua kalinya anda dapat mengambil Miqot kembali di Ji’ronah. Selesai ziarah langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Nabawi (Bagi yang sudah mengambil Miqot dapat melaksanakan Umroh yang kedua). Setelahnya kembali ke hotel untuk makan siang. Anda dapat memanfaatkan waktu setelah makan siang dengan kembali ke Masjidil Haram untuk memperbanyak Ibadah atau sekedar beristirahat di Hotel. Pada jam 15.30, sholat Ashar di Masjidil Haram. Kemudian kembali ke Hotel untuk mandi & persiapan sholat Maghrib. Sholat Maghrib & Isya dilaksanakan berjamaah di Masjidil Haram
Hari 07 Makkah 
Pagi harinya sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram pada jam 04.00 (Waktu Saudi). Setelahnya kembali ke Hotel. Sarapan akan disediakan di hotel. Hari ini dapat digunakan untuk memperbanyak Ibadah di Masjidil Haram. Pada jam 12.30, menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah. Setelahnya kembali ke hotel untuk makan siang. Anda dapat memanfaatkan waktu setelah makan siang dengan kembali ke Masjidil Haram untuk memperbanyak Ibadah atau sekedar beristirahat di Hotel. Pada jam 15.30, sholat Ashar di Masjidil Haram. Kemudian kembali ke Hotel untuk mandi & persiapan sholat Maghrib. Sholat Maghrib & Isya dilaksanakan berjamaah di Masjidil Haram. Setelahnya kembali ke Hotel untuk makan malam & beristirahat.

Hari 08 Makkah – Jeddah – Jakarta
Pagi harinya sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram pada jam 04.00 (Waktu Saudi) sekalian Thawaf Wada. Setelahnya kembali ke Hotel. Sarapan akan disediakan di hotel. Pada jam 9 pagi, berkumpul di Lobby Hotel untuk check out hotel Mekkah & bersiap untuk berangkat ke Jeddah dengan menggunakan Bus. Setibanya di Jeddah, diantar ke Balad Shopping Center & melewati Makam Siti Hawa. Setelahnya menuju Masjid Terapung – Laut merah sekalian Sholat Dzuhur & makan siang disana, bersiap menuju Airport Jeddah untuk keberangkatan kembali ke Indonesia. Penerbangan dari Jeddah menuju Jakarta

Hari 09 Jakarta 
Dijadwalkan tiba di Jakarta, maka berakhirlah Umroh anda bersama “Wina Tour & Travel”. Terima Kasih telah memilih kami sebagai biro perjalanan Ibadah Umroh anda & Sampai Jumpa di Umroh berikutnya.

Harga termasuk :
• Airline TickeT
• Visa Umroh
• Airport Meet & ASSIST
•Mutawwif/Guide
• Airport Handling
• Perlengkapan Ibadah
• Makan 3 X menu Indonesia
• Bus AC
• Ziarah Makkah dan Madinah
• Zam-Zam 5 ltr

Harga Tidak Termasuk :
• (Telephone, Laundry, Roo Service, ETC)
• Extra Ziarah Makkah/Madinah
• Buku Kuning (Kesehatan)
• Pembuatan paspor atau tambah nama paspor
• Surat Mahram
Read more...